Rabu, 13 April 2011

Perjalanan bapak buta dengan seorang gadis minang

perjalanan bapak buta dengan seorang gadis minang.

by Helda Ningsih S on Saturday, July 11, 2009 at 10:29pm
hari itu adalah hari minggu bulan april 2009, kira-kira jam 4 sore.di depan sebuah mol "ITC Cempaka Mas "jakarta pusat berdirilah seorang gadis minang dengan sabar menunggu bus. yah, gadis itu dengan sabar menunggu bus yang akan menjemputnya dan mengatarkannya ke kota bekasi. sudah sejam dia menunggu belum juga ada muncul kedatangan bus yang akan ditumpanginya itu. jam 5 pun sudah berlalu. dia masih tetap berdiri ditempat itu, sambil sekali-kali melihat jam tangannya. detik-detik waktu menjadikan menit hingga menjadi 60 menit. yah, jam 6 udah datang, adzan magrib pun sudah berkumandang, tp gadis itu masih tetap blm melihat bus yang akan ditumpanginya. tak lama kemudian, kira-kira 5 menit, bus yang yang ditunggu pun datang menjemputnya. naiklah gadis itu ke bus tersebut. dia duduk di depan didekat sopir. ya disamping sopir itu ada tempat duduk melingkar. dan disampingnya ada seorang bapak. bapak itu bawa tongkat dan memake kaca mata hitam. gadis itu sudah bisa menebaknya, bapak itu buta. bus melaju dengan pelannya, karena masih ada 3 tempat duduk yang kosong didekatnya. tak lama kemudian ada 3 orang gadis naik bus, lalu gadis minang  dan bapak tua itu pun bersegeran dari tempat duduk.alhamdulillah dapat tempat duduk. ya perjalanan ke bekasi lumayan jauh juga. selama perjalanan cuma melihat jalan dan sekali-kali liat jam di tangan aja. yah perjalannya masih lama. 3 orang gadis tadi sudah asyik bercengkrama dengan temennya, bercerita tentang kerjaannya dikantor. sedangkan bapak yang di sampingnya hanya diam saja. tak lama kemudian sang konektur pun berjalan menghampiri, itu pertanda meminta ongkos perjalanan ke bekasi. semua penumpang pun mengeluarkan uang dan bapak buta  itu juga memberikan uangnya, tapi sang konektur tak mw mengambilnya. simpan saja katanya. gadis jilbab itu pun bersyukur sang konektur masih berbaik hati pada bapak itu. tak lama kemudian tangan sang gadis menyentuh tempat duduk bapak buta itu, astaffirullahhulazim...dia duduk tak beralaskan sofa. tempat duduknya begitu panas sekali. gadis tak tahu kalo bapak itu selama perjalanan menahan panas yang dirasakannya. gadis itu pun sedih, kenapa tak peka padanya. akhirnya ia suruh bapak itu berdiri dan ia pegang tangannya biar dia duduk ditempatnya, ya ditempat duduk ia yang beralaskan sofa. gadis minang itu berusaha membujuk bapak itu. tapi dia tidak mau. akhirnya dengan alasan  mw ambil koran untuk mengalas tempat duduknya. tolonglah bapak berdiri sebentar pintanya. akhirnya dia berdiri dan langsung  megang tangannya dan ia langsung suruh bapak buta itu duduk ditempatnya. waktu itu sudah memasuki daerah jati bening. yah, sekarang gadis itu duduk ditempat bapak buta itu. tempat duduk itu sudah di lapisi koran, koran yang di pinjam dari sang sopir. tapi ketahuilah temen, tempat duduk itu masih panas, walaupun sudah dilapisi koran. rasanya pantat ini mw terbakar rasanya. tp panas itu ditahan saja.bapak itu pun bertanya apakah panas nak??gadis itu menjawab tidak pak, karena sudah di lapisi koran. sang gadis pun minta maaf padanya karena atas ketidaktahuannya kalo sang bapak duduk di tempat yang panas.kenapa ia tidak peduli dengan orang yang disampingnya?sampai sampai dia duduk ditempat yang panas begitu?sungguh keterlaluan. ia pun bergumam dalam hati...kenapa ia tidak merasakan apa yang menimpa bapak itu sejak awal saat  naik bus. lalu dia pun bercerita banyak pada sang gadis. dia ke jakarta menemui temennya untuk bersilaturrahmi. subhanallah, Allah begitu sayang padanya.walaupun dia buta dia masih bisa bersilaturrahmi ke temennya. dia banyak memberikan nasehat. alhamdulillah dia seorang muslim yang sholeh. dari cerita-ceritanya tersimpan ilmu yang banyak. ilmu yang dapat dipergunakan dalam kehidupanku. kata-katanya yang sangat berkesan di hati ini adalah hidup didunia hanya sementara jadi pergunakanlah waktu itu untuk beribadah, bekerja dengan baik dan benar. supaya kita menjadi orang yang beruntung dan masuk ke dalam syurga, syurga firdaus yang indah dan damai. si gadis terkesima dengan ucapan bapak itu. sungguh bapak yang luar biasa. dia juga bercerita tentang keluarganya, dia mempunyai puteri satu berumur 7 tahun dan istri yang selalu setia padanya dan dia sangat mencintai istrinya. dia seorang pemijat ya, dia bergabung dalam yayasan panti pijat tuna netra seindonesia khusus yang muslimnya saja.. diam-diam dari hati yang paling dalam sang gadis kagum dengan bapak buta itu, dia begitu tegar menghadapi kehidupan dunia dalam keadaan buta.dia seorang yang sabar, sungguh luar biasa..dan sungguh,  kagum padanya. tak lama kemudian dia pun bilang , bahwa dia sebentar lagi akan turun. sang gadis pun berdoa supaya nanti ada yang menuntun dia menuju angkot yang akan dinaikinya. alhamdulillah, ada seorang ibu yang baik hati menuntunnya dan mengantarkannya ke angkot yang dinaikinya. sungguh dari perjalanan itu dapat di ambil hikmah, bahwa kita harus perhatian sama orang disekitar kita. dan tetap harus bersyukur terhadap apa yang sudah ALLAH berikan pada diri kita. mudah-mudahan kita termasuk orang yang yang pandai bersyukur. amiin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar