Sabtu, 15 Oktober 2011

..Nasehat Imam Al-Ghozali..

..Nasehat Imam Al-Ghozali..

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam AlGhozali bertanya, pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di duniaini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. "Apa yang paling jauhdari diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang palingbenar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab gunung,bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu" (Al A'Raf 179).Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?". Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata imam AlGhozali, tapi yang paling berat adalah "memegang AMANAH" (Al Ahzab 72).Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketikaAllah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini.Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT,sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegangamanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?". Adayang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kataImam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkanSholat". Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan sholat, gara-gara meetingkita tinggalkan sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah, "Apakah yangpaling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak,pedang... Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidahmanusia". Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hatidan melukaiperasaan saudaranya sendiri.

Kamis, 13 Oktober 2011

puisi bwt diri sendiri..bismillah,,:))

kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi,
janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak,
tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya...
begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,
jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak,
maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya" @alda..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
            Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Rabu, 12 Oktober 2011

KISAH PENGORBANAN POHON APEL

KISAH PENGORBANAN POHON APEL
-
11
-
Al kisah, pada waktu yang lampau ada sebuah pohon.
-
-
31
-
21
Pohon itu sangat mencintai seorang kanak-kanak lelaki, dan begitu pula sebaliknya, anak laki-laki itu mencintai pohon itu. Hampir tiap hari, anak lelaki itu menghampiri pohon itu, memeluknya, dan bermain-main di sekitarnya.
-
-
41
Jika anak itu kelelahan, ia berteduh di bawah pohon yang rindang itu dan akhirnya tertidur lelap.
-
-
51
Ketika pohon itu berbuah apel, alangkah gembiranya anak itu.
-
-
61
-
71
-
81
Sang anak  memanjat pohon, memetik buahnya lalu memakan sepuas-puasnya, kemudian berayun-ayun di dahan pohon.
-
-
91
Waktu kemudian berlalu. Sang anak tumbuh menjadi lebih besar.
-
-
10
Suatu ketika anak itu menghampiri sang pohon, kemudian sang pohon berkata: ”Mari bermainlah denganku !”
-
- 111
“Aku bukan anak kecil lagi, aku tidak bermain dengan pohon, aku menginginkan barang-barang mainan, aku perlu uang untuk membelinya.
-
-
12
“Maaf, aku tak memiliki uang, namun  engkau bisa memetik seluruh buahku lalu kau jual, sehingga kau nanti mempunyai uang,” kata pohon apel. Anak laki-laki itu sangat gembira lalu memetik seluruh buah apel dan membawanya pergi dengan bahagia. Pohon apel ikut berbahagia.
-
-
13
Anak laki-laki itu tidak pernah lagi mampir ke pohon apel, semenjak ia memetik buahnya. Pohon apel merasa sedih.
-
-
14
Pada suatu hari, anak laki-laki itu yang telah menjadi  dewasa, kembali muncul menghampiri pohon apel. Pohon apel sangat bergembira dan berkata : “Mari bermainlah denganku !”
-
-
15
“Aku tak punya waktu untuk bermain ! Aku harus bekerja untuk menghidupi keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat berteduh, dapat engkau menolong kami ?” pinta  lelaki itu.
-
-
16
“Maaf, aku tak punya rumah satupun. Tetapi  engkau bisa menebang batang pohonku untuk membangun rumah,” saran pohon apel.
-
-
17
Kemudian laki-laki itu menebang seluruh dahan pohon apel dan mambawanya pergi dengan sukacita.
-
-
18
Pohon apel merasa bahagia melihat laki-laki itu, namun laki-laki itu tak pernah mengunjunginya lagi sejak itu.
-
-
19
Pada suatu musim yang amat panas, laki-laki itu kembali lagi. Pohon apel sangat gembira atas kedatangannya dan berkata :”Mari bermainlah bersamaku!”
-
-
20
“Aku telah beranjak tua.  Aku ingin berlayar untuk  bersantai. Dapatkah engkau memberiku perahu ?” kata laki-laki itu.
-
-
211
“Pakailah batang pohonku untuk membuat perahu. Engkau bisa berlayar jauh dan engkau akan berbahagia nantinya,” kata pohon apel.
-
-
22
Kemudian laki-laki itu memotong batang pohon apel untuk membuat perahu. Ia berlayar dengan perahu hasil batang pohon apel itu dan untuk waktu yang lama, ia tak nampak muncul lagi.
-
-
23
Pohon apel ikut merasa bahagia.
-
-
24
Akhirnya laki-laki itu kembali lagi setelah bertahun-tahun lamanya. “Maaf anakku, aku tak memiliki apa-apa lagi untuk bisa  kuberikan kepadamu. Tak ada buah apel lagi  untukmu….. ,” kata pohon apel. “Tidak masalah, aku sudah tak mempunyai gigi untuk menggigit….,” jawab lelaki itu yang telah menjadi tua.
-
-
25
“Engkau sudah tak memiliki batang untuk bisa dipanjat. Akupun telah terlalu tua untuk bisa memanjat,” kata laki-laki tua itu.
-
-
26
“Aku sungguh tak memiliki apapun untuk dapat kuberikan padamu….. sesuatu yang masih tersisa kini hanyalah batang akarku yang telah mati ini….,” kata pohon apel itu seraya menangis.
-
“Aku kini tak banyak kebutuhan, yang kuperlukan sekarang adalah tempat untuk beristirahat. Aku merasa lelah setelah menjalani hidup bertahun-tahun…” jawab lelaki tua itu.
-
-
27
“Baiklah. Akarku yang sudah  mati ini adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat. Mari duduklah bersamaku dan beristirahatlah,” kata pohon apel.
-
-
28
Anak lelaki yang kini sudah menjadi tua bangka itu kemudian duduk di atas akar pohon apel yang telah mati. Pohon apel merasa bahagia, tersenyum sambil menitikkan air mata …….
-
-
Setiap orang memilikipohon apeldi dalam kehidupannya. Dan pohon apel itu adalah : ORANG TUA kita !! Orang tua yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya …….
-

Minggu, 02 Oktober 2011

doaku

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Engkau memerintahkan
agar aku memuliakan orang tua
dan keluargaku, agar aku memungkinkan
pencapaian impian hati mereka.

Dan Engkau mengetahui kerinduan hatiku
untuk mampu melakukan yang Kau perintahkan itu.

Tak mungkin kusembunyikan dari pengetahuan-Mu,
bahwa aku telah sangat letih berdoa
di dalam hati yang bertanya-tanya
apakah aku juga berhak untuk berbahagia.

Tuhanku Yang Maha Sejahtera dan Maha Pemurah,

aku mohon Engkau membuka tabir
yang selama ini menutupi rezekiku.

Gembirakanlah hatiku yang letih ini.

Mampukanlah aku membahagiakan keluargaku.

Aamiin

Hmm … malam Minggu,

Hmm … malam Minggu,
malam sejuta cinta,
yang semakin menyadarkanmu
mengenai rahmat Tuhan
yang menjadi kerinduan hatimu …
...
Engkau yang merindukan belahan jiwa,

Resapkanlah ini dalam hatimu, bahwa

Tuhan menyandingkan jiwa-jiwa di dunia
dalam tingkat kebaikan yang setara,
dan dalam jenjang yang naik.

Bukan kekayaan harta yang meninggikan,
tapi ketaatan kepada yang ditetapkan-Nya.

Bukan kemiskinan yang merendahkan,
tapi hati yang menistai kebaikannya sendiri.

Maka bisikkanlah,

Wahai Yang Maha Cinta,
sandingkanlah aku dengan jiwa pilihan-Mu,
yang karena kebaikanku - baikkanlah ia,
tapi jika ia lebih baik - baikkanlah aku.

Wahai Yang Maha Lembut,
manjakanlah hatiku yang sendiri ini,
bahagiakanlah aku dalam pernikahan
yang penuh cinta, yang mesra, yang setia,
dengan anak-anak yang sehat, lucu,
cerdas, dan berbudi luhur.

Aamiin *Mario Teguh*

Sabtu, 01 Oktober 2011

PERSEMBAHAN LAGU UNTUK SANG BELAHAN JIWA

 *Maher Zain* Sepanjang Hidup

Aku bersyukur kau di sini, kasih
Di kalbuku, mengiringi
Dan padamu
Ingin kusampaikan
Kau cahaya hati
Dulu kupalingkan diri dari cinta
Hingga kau hadir ubah segalanya
Oooo
Inilah janjiku kepadamu

Sepanjang hidup
Bersamamu
Kesetiaanku tulus untukmu
Hingga akhir waktu
Kaulah cintaku, cintaku
Sepanjang hidup
Seiring waktu
Aku bersyukur atas hadirmu
Kini dan s’lamanya
Aku milikmu
Yakini hatiku
Kau anugerah sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih, penguat jiwa
Kuberdoa, kau dan aku di Jannah
Kutemukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan s’luruh hidupku
Oooo
Inilah janjiku kepadamu

Yakini hatiku
Bersamamu, kusadari inilah cinta
Tiada ragu,
Dengarkanlah kidung cintaku yang abadi