Selasa, 23 November 2010

SEBUAH JAWABAN




Ada seorang pemuda bertanya padaku….
Untuk apa Allah menciptakan tikus yang menjijikkan ?
Untuk apa Allah menciptakan nyamuk yang hina?
Dan Untuk apa pula Allah menciptakan kecoa yang menggelikan?
Pemuda itu terus saja melemparkan pertanyaan yang hampir sama kepadaku..
Lalu aku pun balik bertanya padanya, menurutmu Allah menciptakan kamu untuk apa?
Pemuda itu pun bingung mau jawab apa?? Dia pun berfikir, kemudian dia menjawab aku diciptakan untuk hidup…lalu aku pun bertanya lagi?? Hanya untuk itukah?? Dia pun mengagguk-anggukkan kepalanya…antara yakin dan ngak dengan jawabannya..
Aku pun berusaha menjelaskannya semampuku…jikalau tak ada tikus yang menjijikkan tidaklah mungkin ada perusahaan yang memproduksi obat anti tikus atau racun tikus. Jikalau tak ada nyamuk yang hina, tidaklah mungkin ada pabrik obat anti nyamuk. Dan jikalau tidak ada kecoa yang menggelikan jugalah tidak mungkin ada obat anti kecoa….
Lalu akupun menambahkan, bahwa semua yang di ciptakan Allah bertujuan hanya untuk beribadah padanya. Semua makhluk ciptaan Allah termasuk tumbuhan dan hewan mereka senantiasa berzikir pada Allah. Hanya saja kita tidak mengetahuinya. Lihat saja burung yang berkicauan, sesungguhnya mereka menyebut Asma Allah…Subhanallah…
*Alda* Pekanbaru, 22 November 2010 jam 23.00

BELAJAR DARI SEMUT



Di suatu sore yang menyejukkan. Ada seorang gadis yang sedang duduk di beranda kost annya. Gadis itu termenung dalam lamunannya. Seperti ada yang dipikirkannya. Lalu gadis itu pun menatap langit, yang nampak orange keemasan, dia pun berucap syukur..Subhanaallah, sungguh indahnya alam ciptaan Allah.  Lalu dia perhatikan juga burung-burung yang mulai pulang ke rumahnya. Mmm…sore yang menyejukkan pandangan.
Pandangan gadis itu kemudian tertuju pada segerombolan semut yang sedang berjalan. Lalu dia pun perhatikan semut-semut tersebut. Satu persatu tak terlewatkan dari matanya. Diamatinya dan terus diamatinya. Lalu gadis itupun bertanya apa sebenarnya yang dilakukan semut tersebut? Hampir semua semut melakukan hal yang sama dengan teman-temannya. Setiap semut yang berpapasan dengan temannya, pasti mereka akan berhenti sebentar, kemudian barulah mereka melanjutkan perjalanannya lagi. Bathinnya nya pun bergumam, apa yang sebenarnya yang diucapkan semut tersebut?? Dia pun berpikir……mmmm…..
Apakah semut tersebut berhenti sebentar hanya untuk mengucapkan salam dan menanyakan kabar saudaranya?? Yah.. itulah yang terlintas di benak gadis itu. Lalu dia pun teringat akan kisah Nabi Sulaiman dengan tentaranya. Nabi Sulaiman yang bisa mengerti bahasa hewan dan bisa berbicara dengan hewan,  yang saat itu ada kepala suku semut mengatakan bahwa supaya semut-semut masuk ke sarang, karena tentara Nabi Sulaiman akan lewat. Disaat itu Nabi Sulaiman pun tersenyum pada semut...Subhanaallah…
Kalaulah memang salam yang diucapkan semut kepada teman-temannya yang berpapasan, kenapa kita tak ambil pelajaran dari semut?? Mmm..itulah gumam sang gadis….Lalu gadis itu pun melihat seekor semut yang terperangkap. Dia perhatikan semut itu. Semut itu selalu berusaha mencari jalan supaya dia keluar dari perangkap tersebut. Dengan susah payah semut pun akhirnya bebas..yaa..satu lagi pelajaran dari semut, bahwa semut tak akan menyerah sampai ia menemukan jalan keluar. Lalu gadis itu pun berfikir, jika semut bisa mengatasi masalahnya, kenapa kita sebagai manusia yang berakal pikiran tidak? Usaha semut patut di acungi jempol…Semoga dapat mengambil hikmahnya. *ALDA* Pekanbaru 21 November 2010 jam 00.00

KISAH PELAYAN RESTORAN



Malam itu kira-kira jam 10 malam, aku merasakan lapar yang luar biasa. Akhirnya aku putuskan untuk keluar mencari makan. Disekitar kost ku ada sebuah restoran yang buka sampai jam 11 malam. Akhirnya aku pergi makan ke restoran itu. Aku melihat disekelilingku, tak ada pengunjung lagi. Yang ada hanya aku dan para pelayan restoran tersebut. Aku melihat sebagian pelayan beres-beres membersihkan meja dan lantai yang berantakan. Alhamdulillah aku dilayani juga sama pelayan yang lain, padahal aku melihat bahwa restoran tersebut sudah beres-beres mau tutup. Dengan lahapnya aku makan. Tak butuh waktu yang lama emang untuk menghabiskan menu yang aku pesan. Setelah makan aku perhatikan lagi pelayan itu. Sungguh luar biasa pekerjaan pelayan menurut ku. Ku bayangkan jika aku yang jadi pelayan. Rasanya aku tidak sanggup. Membersihkan sisa-sisa makanan yang berantakan. Tapi pelayan tersebut dia lakukan setiap hari. Di wajahnya, aku liat dia dengan senang hati mengguluti profesinya itu. Sungguh luar biasa bagi ku. Ada ilmu dan hikmah yang kudapatkan.
 Terkadang kita maunya makan seenak saja, yang penting makan dan tanpa memikirkan apakah berantakan atau tidak.  Kita akan berfikir bahwa ada pelayan yang membersihkan. Disitu aku dapat pelajaran yang berharga. Bahwa kita juga bisa berbagi sedekah dengan pelayan. Kenapa kita sehabis makan tidak menyusun rapi piring yang kotor dan membuang tisu itu langsung di atas piring, serta makan dengan cara yang baik dan tidak berantakan. Thoh.. itu tidak memberatkan kita bukan?? Apakah kita pernah membayangkan kalau seandainya kita yang jadi pelayan tersebut yang harus membersihkan meja yang berantakan oleh air, sambal ataupun nasi yang berserakan. Subhanallah…
Disisi lain aku pun berfikir, banyak juga orang yang makan bersisa. Orang banyak segan untuk menghabiskan makanannya. Salah satunya dengan alasan gengsi ataupun malu. Coba bayangkan petani sudah susah payah menanam padi di sawah. Mulai dari menanam, memupuk, merawat dan menjaga padi itu dari hewan yang mengganggu. Kita masih bisa makan dan masih sering menyisakan makanan,  terkadang tanpa kita sadari. Sedangkan ada saudara kita yang makan dari sisa-sisa tersebut. Masya Allah…..so marilah kita belajar dari sekitar kita..                                                                        *Alda* Pekanbaru, 20 november 2010 jam 22.00

Kamis, 18 November 2010

SAHABATKU...


Sahabatku
Ini adalah kisah nyata dari hidupku. Ingin rasanya aku berbagi pada semua orang. Kuceritakan ini semua semoga dapat diambil pelajaran di dalamnya. Yapz, ku mulai aja cerita ini…
Fitri, dialah sahabatku, temenku, adik kelasku dan saudaraku. Kami berdua sekamar sewaktu kost dibogor dulu. Dia dikenal sebagai seorang akhwat, aktivis rohis dikampus. Beljilbab panjang, baju dalam dan selalu pakai rok. Kalau dia berbusana selalu mecing. Sungguh anggun sekali. Subhanallah, terima kasih ya Allah aku pernah mengenal pribadi dia.
Kuceritakan disini tentang pribadi dia. Pribadi yang begitu mulia bagiku. Mungkin sampai sekarang aku belum menemukan sahabat seperti dia. Fitri, aku rindu padamu..
Awalnya aku g mau sekamar sama dia, karena aku melihat dia begitu agamis sekali, aku takut gak sehati, takut gak seiya sekata sama dia. Tapi kalau aku g sekamar sama dia berarti aku harus sendiri dong, gak ada temen gak asyik juga. Akhirnya dengan setengah hati aku sekamar juga sama fitri.
Yah. Aku pun membantunya memindah-mindahkan barang kekamar ku. Butuh waktu juga emang untuk beradaptasi dengannya. Butuh waktu untuk mengenal pribadinya. Awalnya, sulit bagiku, karena dia begitu agamis sekali. Tapi lama-kelamaan aku terbiasa dengan gaya hidupnya. Dan aku pun bersyukur pernah sekamar sama dia.
awalnya aku Cuma berkisah seputar kuliah aja sama dia. Tapi ternyata kita nyambung ngobrolnya. Sampai akhirnya kita bercerita tentang perasaan kita yang sedang kita rasakan. Eh ternyata dia asyik juga untuk curhat. Aku kagum pada dirinya. Selalu kuperhatikan jadwalnya, dan itu dia lakukan rutin setiap hari. Aku adalah orang yang susah bangun shubuh. Sedangkan fitri adalah orang yang rajin shubuhnya. Jam 4 dia bangun untuk melalukan hubungan intim dengan Allah, setelah itu diapun mengaji sampai adzan shubuh berkumandang. Tapi yang selalu aku ingat dari dia adalah ketika dia selesai sholat shubuh, dia pasti akan bangunin aku untuk sholat. awalnya memang malas untuk bangun, dan dibangunin pula sama adik kelas. Dalam tidur aku akan jawab iya, tapi aku sendiri belum juga bangun-bangun.
Fitri akan bangunin aku sampai aku bangun. Yah itulah fitri temen senafas dalam sekamar. Pagi-pagi buta fitri sudah bergegas pergi, aku sendiri g tw dia pergi kemana pagi-pagi itu. Belakangan aku baru tau kalo pagi-pagi itu ada pengajian pagi islam…
Walaupun dia adalah aktivis rohis, tapi temennya dari non islam juga banyak, ternyata dia juga pintar dalam bergaul dengan sapa aja. Dia juga termasuk anak gaul, yupz pergaulan yang positif pastinya..
aku sering perhatikan setiap slese magrib dia juga selalu mengaji. Diam-diam dalam hati aku iri pada dia. Aku pun ingin seperti itu, selau sholat malam, mengaji..ya setidaknya itu dulu yang aku terapkan.
Ada satu lagi yang takkan pernah terlupakan olehku. Saat itu aku sakit. Aku benar-benar gak kuat untuk kemana-mana. Seharian aku Cuma dikamar aja. Tapi aku bersyukur sekali ada fitri, dialah yang beliin aku obat sakit dan beliin aku makan. Tersentuh rasanya hati ini yang begitu perhatian sama aku. Dia dengan tulus menolong aku. Tq fitri…