Selasa, 23 November 2010

KISAH PELAYAN RESTORAN



Malam itu kira-kira jam 10 malam, aku merasakan lapar yang luar biasa. Akhirnya aku putuskan untuk keluar mencari makan. Disekitar kost ku ada sebuah restoran yang buka sampai jam 11 malam. Akhirnya aku pergi makan ke restoran itu. Aku melihat disekelilingku, tak ada pengunjung lagi. Yang ada hanya aku dan para pelayan restoran tersebut. Aku melihat sebagian pelayan beres-beres membersihkan meja dan lantai yang berantakan. Alhamdulillah aku dilayani juga sama pelayan yang lain, padahal aku melihat bahwa restoran tersebut sudah beres-beres mau tutup. Dengan lahapnya aku makan. Tak butuh waktu yang lama emang untuk menghabiskan menu yang aku pesan. Setelah makan aku perhatikan lagi pelayan itu. Sungguh luar biasa pekerjaan pelayan menurut ku. Ku bayangkan jika aku yang jadi pelayan. Rasanya aku tidak sanggup. Membersihkan sisa-sisa makanan yang berantakan. Tapi pelayan tersebut dia lakukan setiap hari. Di wajahnya, aku liat dia dengan senang hati mengguluti profesinya itu. Sungguh luar biasa bagi ku. Ada ilmu dan hikmah yang kudapatkan.
 Terkadang kita maunya makan seenak saja, yang penting makan dan tanpa memikirkan apakah berantakan atau tidak.  Kita akan berfikir bahwa ada pelayan yang membersihkan. Disitu aku dapat pelajaran yang berharga. Bahwa kita juga bisa berbagi sedekah dengan pelayan. Kenapa kita sehabis makan tidak menyusun rapi piring yang kotor dan membuang tisu itu langsung di atas piring, serta makan dengan cara yang baik dan tidak berantakan. Thoh.. itu tidak memberatkan kita bukan?? Apakah kita pernah membayangkan kalau seandainya kita yang jadi pelayan tersebut yang harus membersihkan meja yang berantakan oleh air, sambal ataupun nasi yang berserakan. Subhanallah…
Disisi lain aku pun berfikir, banyak juga orang yang makan bersisa. Orang banyak segan untuk menghabiskan makanannya. Salah satunya dengan alasan gengsi ataupun malu. Coba bayangkan petani sudah susah payah menanam padi di sawah. Mulai dari menanam, memupuk, merawat dan menjaga padi itu dari hewan yang mengganggu. Kita masih bisa makan dan masih sering menyisakan makanan,  terkadang tanpa kita sadari. Sedangkan ada saudara kita yang makan dari sisa-sisa tersebut. Masya Allah…..so marilah kita belajar dari sekitar kita..                                                                        *Alda* Pekanbaru, 20 november 2010 jam 22.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar