Kamis, 18 November 2010

SAHABATKU...


Sahabatku
Ini adalah kisah nyata dari hidupku. Ingin rasanya aku berbagi pada semua orang. Kuceritakan ini semua semoga dapat diambil pelajaran di dalamnya. Yapz, ku mulai aja cerita ini…
Fitri, dialah sahabatku, temenku, adik kelasku dan saudaraku. Kami berdua sekamar sewaktu kost dibogor dulu. Dia dikenal sebagai seorang akhwat, aktivis rohis dikampus. Beljilbab panjang, baju dalam dan selalu pakai rok. Kalau dia berbusana selalu mecing. Sungguh anggun sekali. Subhanallah, terima kasih ya Allah aku pernah mengenal pribadi dia.
Kuceritakan disini tentang pribadi dia. Pribadi yang begitu mulia bagiku. Mungkin sampai sekarang aku belum menemukan sahabat seperti dia. Fitri, aku rindu padamu..
Awalnya aku g mau sekamar sama dia, karena aku melihat dia begitu agamis sekali, aku takut gak sehati, takut gak seiya sekata sama dia. Tapi kalau aku g sekamar sama dia berarti aku harus sendiri dong, gak ada temen gak asyik juga. Akhirnya dengan setengah hati aku sekamar juga sama fitri.
Yah. Aku pun membantunya memindah-mindahkan barang kekamar ku. Butuh waktu juga emang untuk beradaptasi dengannya. Butuh waktu untuk mengenal pribadinya. Awalnya, sulit bagiku, karena dia begitu agamis sekali. Tapi lama-kelamaan aku terbiasa dengan gaya hidupnya. Dan aku pun bersyukur pernah sekamar sama dia.
awalnya aku Cuma berkisah seputar kuliah aja sama dia. Tapi ternyata kita nyambung ngobrolnya. Sampai akhirnya kita bercerita tentang perasaan kita yang sedang kita rasakan. Eh ternyata dia asyik juga untuk curhat. Aku kagum pada dirinya. Selalu kuperhatikan jadwalnya, dan itu dia lakukan rutin setiap hari. Aku adalah orang yang susah bangun shubuh. Sedangkan fitri adalah orang yang rajin shubuhnya. Jam 4 dia bangun untuk melalukan hubungan intim dengan Allah, setelah itu diapun mengaji sampai adzan shubuh berkumandang. Tapi yang selalu aku ingat dari dia adalah ketika dia selesai sholat shubuh, dia pasti akan bangunin aku untuk sholat. awalnya memang malas untuk bangun, dan dibangunin pula sama adik kelas. Dalam tidur aku akan jawab iya, tapi aku sendiri belum juga bangun-bangun.
Fitri akan bangunin aku sampai aku bangun. Yah itulah fitri temen senafas dalam sekamar. Pagi-pagi buta fitri sudah bergegas pergi, aku sendiri g tw dia pergi kemana pagi-pagi itu. Belakangan aku baru tau kalo pagi-pagi itu ada pengajian pagi islam…
Walaupun dia adalah aktivis rohis, tapi temennya dari non islam juga banyak, ternyata dia juga pintar dalam bergaul dengan sapa aja. Dia juga termasuk anak gaul, yupz pergaulan yang positif pastinya..
aku sering perhatikan setiap slese magrib dia juga selalu mengaji. Diam-diam dalam hati aku iri pada dia. Aku pun ingin seperti itu, selau sholat malam, mengaji..ya setidaknya itu dulu yang aku terapkan.
Ada satu lagi yang takkan pernah terlupakan olehku. Saat itu aku sakit. Aku benar-benar gak kuat untuk kemana-mana. Seharian aku Cuma dikamar aja. Tapi aku bersyukur sekali ada fitri, dialah yang beliin aku obat sakit dan beliin aku makan. Tersentuh rasanya hati ini yang begitu perhatian sama aku. Dia dengan tulus menolong aku. Tq fitri…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar