Di suatu sore yang menyejukkan. Ada seorang gadis yang sedang duduk di beranda kost annya. Gadis itu termenung dalam lamunannya. Seperti ada yang dipikirkannya. Lalu gadis itu pun menatap langit, yang nampak orange keemasan, dia pun berucap syukur..Subhanaallah, sungguh indahnya alam ciptaan Allah. Lalu dia perhatikan juga burung-burung yang mulai pulang ke rumahnya. Mmm…sore yang menyejukkan pandangan.
Pandangan gadis itu kemudian tertuju pada segerombolan semut yang sedang berjalan. Lalu dia pun perhatikan semut-semut tersebut. Satu persatu tak terlewatkan dari matanya. Diamatinya dan terus diamatinya. Lalu gadis itupun bertanya apa sebenarnya yang dilakukan semut tersebut? Hampir semua semut melakukan hal yang sama dengan teman-temannya. Setiap semut yang berpapasan dengan temannya, pasti mereka akan berhenti sebentar, kemudian barulah mereka melanjutkan perjalanannya lagi. Bathinnya nya pun bergumam, apa yang sebenarnya yang diucapkan semut tersebut?? Dia pun berpikir……mmmm…..
Apakah semut tersebut berhenti sebentar hanya untuk mengucapkan salam dan menanyakan kabar saudaranya?? Yah.. itulah yang terlintas di benak gadis itu. Lalu dia pun teringat akan kisah Nabi Sulaiman dengan tentaranya. Nabi Sulaiman yang bisa mengerti bahasa hewan dan bisa berbicara dengan hewan, yang saat itu ada kepala suku semut mengatakan bahwa supaya semut-semut masuk ke sarang, karena tentara Nabi Sulaiman akan lewat. Disaat itu Nabi Sulaiman pun tersenyum pada semut...Subhanaallah…
Kalaulah memang salam yang diucapkan semut kepada teman-temannya yang berpapasan, kenapa kita tak ambil pelajaran dari semut?? Mmm..itulah gumam sang gadis….Lalu gadis itu pun melihat seekor semut yang terperangkap. Dia perhatikan semut itu. Semut itu selalu berusaha mencari jalan supaya dia keluar dari perangkap tersebut. Dengan susah payah semut pun akhirnya bebas..yaa..satu lagi pelajaran dari semut, bahwa semut tak akan menyerah sampai ia menemukan jalan keluar. Lalu gadis itu pun berfikir, jika semut bisa mengatasi masalahnya, kenapa kita sebagai manusia yang berakal pikiran tidak? Usaha semut patut di acungi jempol…Semoga dapat mengambil hikmahnya. *ALDA* Pekanbaru 21 November 2010 jam 00.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar