Jumat, 15 April 2011

ANTARA SINARMAS DAN PADANG

ANTARA SINARMAS DAN PADANG
16 Oktober 2010, itu adalah perjalanan keduaku pergi sendiri ke kota Padang setelah sekian lama gak pernah kesana. Setelah Padang terkena gempa, kira-kira padang udah berubah lagi belum yah yaa itulah pikiran ku…oke lanjut dulu ceritanya, Untuk sampai ke Padang, aku harus melewati beberapa proses dulu. Jam 8 teng, aku berangkat dari rumah, lalu naik ojek ke simpang bakir, menunggu sebentar lalu baru naik Bus mini SinarMas. Perjalanananku kali ini hanya ditemani dengan mp3 yang selalu setia ditelinga. Yupz, gak asyik kiranya kalau ngak mendengarkan musik sepanjang jalan. Sesekali melirik Hp untuk up date status  (hahaha..perlu gak ya??) perlu banget kayaknya…daripada tidur mending OL ato Fb an…mmm…
Dari simpang bakir, sinarmas itu berjalan seperti siput. Lamaaaaa amat…rasanya ingin ku dorong ajah tu bus mini ( loh emang kuat yah) haha..ada-ada saja pikiranku ini. Ya sudahlah jadilah aku setia dengan mp3. Di dalam mp3 ku lengkap semua lagu, mulai dari minang, pop, pop rock, murattal, nasyid, dangdut, india, barat, sampai disco ayam segala…(hahahah..emang  disco ayam penting yah) aya-aya wae…hehehe…
Oke lanjut, lupakan disco ayam…setelah  sampai di simpang napar, barulah bus mini berjalan dengan normal. Melewati pemandangan yang sangat indah nan pesona, gunung yang menjulang tinggi, langit nan biru menawan, dan sawah-sawah yang berhamparan begitu luas. Semuanya alami..Subhanallah begitu indah ciptaan Allah SWT.  Terhanyut aku menyaksikan pesona keindahan alam ini. Kampung yang sangat indah….PAYAKUMBUH very very beautiful…..
Payakumbuh udah terlalui dengan sempurna, perlahan-lahan tapi pasti sinarmas pun berjalan dengan lajunya. Di sepanjang jalan menuju Bukittinggi, pemandangan bertambah indah dan udara pun terasa adem…tepatnya dingin cuy..melalui Bukittinggi, sinarmas melaju dengan pasti, melewati kota Padang Panjang  yang lebih dingin dari Bukittinggi, disana banyak terlihat hasil kebun penduduk yang menghijau. Berbagai macam sayuran di tanam gak jauh dari jalan raya, tanah yang subur, sayur yang tumbuh pun juga terlihat segar. Rasanya kalo dipetik langsung dan segera di bikin sayur, manis banget kali yah rasanya, apalagi kalo kita sendiri yang memetiknya…kalo ditumis boleh juga nih…(pikiranku melayang lagi dech….) opz….
Tiba-tiba sinarmas berhenti di dekat sebuah mesjid di kota Padang Panjang, owh rupanya ada penumpang yang mau naik. Aku berharap penumpang itu gak duduk di sebelah ku, karena udah sempit. Tapi, penumpang itu duduk disebelahku..yah jadilah sempit-sempitan…tapi ya sudahlah, ini kan bus umum, jadi terserah orang duduk dimana. Awalnya sih aku gak tertarik dengan cerita bapak tua itu, karena aku lebih senang mendengarkan musik. Tapi lambat laun cerita bapak itu menarik juga untuk di dengarkan. Lalu aku putuskan untuk mematikan mp3 ku. Jadilah aku mendengarkan cerita bapak itu.
Bapak itu bercerita tentang pengalaman hidupnya. Aku senang bisa jadi pendengar yang baik untuk bapak itu. Pengalaman hidupnya luar biasa menurutku. Bapak itu adalah seorang guru  Geografi di salah satu sekolah SMK di Padang. Dulunya ia kuliah di IKIP jurusan kelautan, tamat kuliah  ia mencoba merantau ke Jakarta. Di Jakarta ia sempat bekerja jadi satpam rumah orang kaya, suka duka ia ceritakan padaku. Ia bilang, jadi satpam orang kaya, terkadang ia tak dianggap, disepelekan saja. Tak sanggup jadi satpam, akhirnya ia putuskan untuk cari kerja baru.  Berjalanlah ia di sepanjang Rawamangun. Lalu ia melihat sebuah mesjid, ia berhenti sejenak untuk sholat dan istirahat. Rasanya badan dan pikirannya udah capek dan lelah. Setelah lelah hilang dari tubuhnya, ia pun menemukan ide, kenapa ia gak jadi bilal aja dulu di mesjid ini, yah buat sementara gumamnya. Akhirnya ia putuskan untuk bertemu dengan sang imam yang ada di mesjid tersebut. Lalu ia pun menceritakan perjalanannya. Akhirnya sang imam mengajaknya pulang kerumahnya. Setelah makan, dan ngobrol akhirnya imam menawarkan maukah ia jadi guru agama di sekolah sang imam. Ya, imam itu rupanya seorang kepala sekolah. Tak sampai disitu saja, sang imam mengajukan syarat padanya, ia akan jadi guru jika ia mampu melewati beberapa tes dulu. Tes pertama adalah tes adzan, tes ke dua sholat, dan tes ke tiga adalah membaca Al Qur’an. Untunglah dari kecil ia di didik ortunya dengan ilmu agama. Akhirnya di terimalah ia jadi guru agama honor di sekolah yang dipimpin sang imam itu. 6 bulan bapak itu mengajar agama, lalu di suatu kesempatan ia mengikuti sebuah tes, dan akhirnya ia lulus. Tak sampai di situ 6 bulan dinas di Jakarta ia di pindahkan ke Kalimantan, di Kalimantanlah ia bertemu dengan seorang gadis dan ia pun menikah disana.
 3 tahun di Kalimantan akhirnya ia pindah juga ke kota yang  ia minta, PADANG…wah jempol buat bapak itu. usahanya luar biasa..sekian lama minta pindah ke padang, akhirnya kesampaian juga. Mmm.., Cerita yang asyik selama perjalanan menuju padang gumamku. Di Padang ia pun melanjutkan pendidikan S2 nya di salah satu universitas swasta. Dan ternyata bapak itu ke padang untuk kuliah rupanya. Oke..salut dech…g sia-sia dech melepas mp3, dapat ilmu pengalaman dari si bapak..dan bagiku Mendengarkan cerita hidup seeorang itu sangat menyenangkan ..sampai-sampai gak terasa kalo aku dah sampe di kota Padang. Saatnya berpisah dengan bapak itu. Lalu aku turun di minang plaza, dan segera meluncur naik angkot…akh akhirnya sampai juga di tempat tujuan…perjalanan yang seru…hikmah yang dapat ku ambil dari cerita bapak itu adalah bahwa sesuatu itu pasti ada ujungnya…ya aku percaya itu. Tengs pak tentang cerita hidupnya, semoga aku bertambah dewasa menyikapi hidup ini. Insya Allah…JJ  
By: Helda Ningsih S, PEKANBARU Kamis, 14 APRIL 2011 JAM 22.45 pm               My email: helda_ningsih@yahoo.com                      
            my blogg: www.padangjapang.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar