Rabu, 13 April 2011

anugerah yang terindah

kisahku ini adalah anugrah bagiku. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pemuda. di tempat duduk itu cuma ada aku dan dia. awalnya kami saling diam dan tak ada suara. ku ingin memecahkan keheningan itu, dengan bertanya padanya, jam berapakah sekarang? lalu pemuda itu pun menjawab, jam 11.00. di mata ku pemuda itu biasa saja. pemuda itu tidak tampan,dan kelihatannya juga tidak kaya.tapi ada secuil kata penasaran, beribu hal yang ingin ku pertanyakan. ku ingin kenal dia. gak tw kenapa, padahal aku baru bertemu dengan dia. aku pun mulai bertanya seputar dirinya, begitu pun dia juga bertanya tentang diriku. dia adalah seorang muslim sama seperti aku. awalnya kita hanya bicara tentang pengalamn selama ini, asal-usul maupun bahasa. tak terasa waktu berlalu begitu cepat, zhuhur pun sudah memanggil. panggilan sang Cinta Illahi melangkahkan kaki kami ke mesjid tercinta. sehabis sholat kami pun cerita lagi. kali ini aku bertanya tentang seputar islam sama dia. dia pun menjawab dengan baik dan benar. lalu dia pun bercerita tentang masa kecilnya yang indah. bahwa dia adalah seorang yang suka menjalankan puasa sunat dan menjalankan sholat sunat yang rutin sejak usia masih dini.diam-diam aku malu dengan diriku sendiri. aku malu, aku malu dengan Tuhanku. seorang pemuda yang kini disampingku adalah pemuda yang luar biasa...luar biasa dimataku. ku menemukan seseorang yang begitu mencintai Tuhannya. sedangkan aku? puasa senin kamis pun aku begitu berat menjalankannya, begitu pun dengan sholat malamku. tanpa kusadari air mata, menetes dipipiku, aku takut, takut dengan dosa yang aku lakukan. apa amalan tambahan yang udah aku lakukan? apakah sholat 5 waktu itu bener-bener sudah khusyuk dan diterima Allah SWT??aku gak bisa menjawab pertanyaan ku sendiri.. aku seperti orang yang tak berguna, tak berguna bwt diriku sendiri. ku tatap pemuda itu dengan sejenak,dia begitu tenang menjalani apa yang udah dijalaninya selama ini. ternyata masih ada pemuda yang shaleh yang kutemukan. diam-diam dari hati yang paling dalam, aku kagum pada dia. kagum akan kesholehannya. terima kasih ya Allah lewat pemuda itu, Engkau memberikan banyak ilmu kepadaku. pemuda yang awalnya aku anggap biasa, tp dibalik wajahnya yang biasa tersimpan beribu-ribu amal sholeh yang dia kerjakan. semoga aku bisa mencontoh perbuatan baiknya ini. amiin...@jakarta 10 juli 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar